Education_Sofware_I.T

Admin By : @alam_tanzillah

Populer

My Expression

Apa yang ada di belakang kita dan apa yang ada di depan kita adalah hal-hal yang sangat kecil, dibandingkan dengan apa yang ada di dalam diri kita... Kita menjalani kehidupan dengan apa yang kita peroleh. Kita membuat kehidupan dengan apa yang kita berikan... Sukses adalah sebuah perwujudan nyata sebuah cita-cita yang berharga...

TuneUp Utilities 2013 Full Version







Pasti udah nggak asing lagi kan dengan software utilities yang satu ini?? kali ini saya akan sharing tentang TuneUp Utilities 2013 yang merupakan versi terbaru, yakni TuneUp Utilities 2013 13.0.2013.194 Final Full Patch. Cek this out!

TuneUp Utilities merupakan salah satu aplikasi tweaking yang sudah tidak di ragukan lagi kemampuan nya apalagi di database 2013 ini sytem tuneup nya lebih cepat dan maksimal ditambah dengan fitur turbo bost dan recovery data yang begitu baik. Dengan menggunakan TuneUp Utilities komputer kita akan selalu di jaga kinerjanya agar tetap maksimal aman,cepat dan akurat . Penasaran ? Cekidot



New Feature
  • Cleans up system-clogging clutter from 150 programs and Windows®
  • Removes data traces from 25 browsers
  • TuneUp Live Optimization 2.0: Stops performans-sapping programs
  • Fully compatible with Windows® 8

 

Dukung situs ini dengan donasi anda. Jika anda merasa blog ini bermanfaat, anda bisa memberikan kontribusi ke  it-atzfc™ melalui Rekening Bank Lokal . Click Here

Baca Selengkapnya Yuk - TuneUp Utilities 2013 Full Version .

Runtime GetDataBack 4.30 Full Version













GetDataBack adalah sebuat utilities yang sangat berguna jika file penting sobat yang berada di Flashdisk tidak sengaja terformat atau terkena virus . GetDataBack bekerja dengan mengembalikan file yang hilang secara tidak sengaja yang berada di Harddisk , Flashdisk ,dll . Bahkan , software ini bekerja "Lebih dari sekedar Program Recorvery biasa atau System Restore". Semua file yang telah direcovery dipastikan aman dan dapat kembali 100 %. Jadi , bagi sobat yang filenya hilang , sangat disarankan menggunakan GetDataBack sebagai andalan dalam hal mengembalikan file yang hilang .



Screenshot : 










Link Download :


Cara Install :
  • Extract file yang didownload dengan winrar dan jalankan setup.exe .
  • Pilih letak folder yang ingin diinstall . Jangan menginstall di partisi yang ingin direcorvery .
  • Tunggu hingga proses instalasi selesai .
  • Gunakan  aktivator .reg sesuai dengan sistem operasi .
  • Klik kanan file .reg dan pilih merge kemudian yes dan OK .
  • Enjoy The Full Version Software :)
Features :
  • Recover ALL your hard drive's data
  • Safe, read-only design
  • Three easy steps
  • Advanced options for the advanced user
  • Free to try
  • Free lifetime updates with purchase
Minimum System Requirements :
  • Pentium Processor or Higher
  • 32 MB Of RAM
  • OS : Windows 95 , 98 , ME , NT , 2000 , XP , 2003 ,Vista or Windows 7
Note :
  • Jika yang ingin direcorvery adalah Flashdisk , downloadlah GetDataBack For FAT dan jika untuk Harddisk , gunakan GetDataBack For NTFS.
  • Gunakan aktivator x86 jika sistem operasi sobat 32bit dan x64 jika 64bit .
Semoga Bermanfaat :)

Dukung situs ini dengan donasi anda. Jika anda merasa blog ini bermanfaat, anda bisa memberikan kontribusi ke  it-atzfc™ melalui Rekening Bank Lokal . Click Here
Baca Selengkapnya Yuk - Runtime GetDataBack 4.30 Full Version .

Cara Instal dan Upgrade OS Blackbery Semua Type Tutorial Lengkap



















Cara Instal dan Upgrade OS Blackbery Semua Type Tutorial Lengkap..Kita tau smartphone canggih ini top abis pastinya dari segi fiturnya dan os yang begitu bagus..eh..eh..tapi kenapa bb saya jadi lemot / akses nya ga seperti teman saya kok apa-apanya cepet banget aksesnya ? 

Ketahuilah setiap 1 bulan RIM men-update sistem os blackbery untuk para user bb diseluruh dunia..



fungsinya untuk apa kok harus di update os dan di upgrade? Begini gan tiap update tan os bb yang tersedia sekarang versi updatenya merupakan perbaikan debug,sytem,fitur yang semua sudah diperbaiki agar user dapat nyaman,cepat,akurat dalam men-akses dalam semua penggunaanya..
bingung dengan caranya bagaimana ?  
Disini saya akan menjelaskan bagaimana cara untuk men-upgrade os bb semua type cekidot gan : 

1. kalian butuh Desktop Manager untuk membackup data dan juga membackup aplikasi. Desktop Manager (DM) tinggal instal aja dari CD yang kamu dapetin waktu beli BBnya, ada kok di dalem kotaknya.
Atau kamu download dekstop manager versi terbarunya disini :


ini tampilan sofware DM nya :

Tampilan DM ketika suda di instal

Setelah instal kamu tinggal ikutin perintahnya buat backup data juga backup aplikasi. Simpan file backup kamu di tempat yang aman .  


2. Lanjut, Unduh dulu software OSnya. Harus disesuaikan ya sama jenis dan tipe Blackberry-nya. Biar gampang, nih ada link dalam negeri yang bisa di unduh agak cepet .




Link diatas merupakan file download resmi dari RIM untuk kita bisa mendownload os terbarunya.

Pilih update tan paling tinggi (multi languanges)





 jika sudah klik link download jangan lupa isi seperti kita mengisi biodata
 dengan benar lalu next

Setelah di unduh, lanjut di instal di komputernya. 
Setelah instal jangan lupa restart ya.

3. Jangan lupa Hapus vendor.xml di folder C:\Program Files\Common Files\Research In Motion\AppLoader

4. Jangan lupa sebelum men upgrade cabut karu dan microsd agar berjalan dengan aman dan cepat pada proses instalation os bb nya


            5. Jalankan Desktop Manager (DM) lalu bakcup terlebih dahulu sebelum upgrade, caranya  
                pada sofware DM tinggal klik backup now atau lewat menu device →back up


Keterangan gambar untuk backupnya


6. Jika proses backup sudah selesai sekarang pada sofware DM ada notification bintang merah lalu kita klik update now tinggal next..next saja (update now ini merupakan file instaler yang kita download dan jangan lupa file instaler update tan bb nya sudah terinstal dengan baik)


Keterangan gambar untuk instalation update osnya 
(pilih update now jika file instaler sudah terinstal)




 7. Proses instalasi akan berjalan. Tunggu hingga selesai dan BlackBerry reboot.
 (jangan ketika proses instalation upgrade membuka program lain!!)


8.  Jika bb kita reboot dan sudah tampil hasil os yang sudah kita upgrade coba di cek kembali..tapi kenapa blackbery messenger saya contactnya hilang semua ? tenang saja karna kita sudah membackupnya


9.   Nah sekarang kita kembaliin biar tuh contact temen dan grup bbm kita kembali normal caranya 
      buka sofware DM lalu pilih menu device →restore→lalu tinggal dicari file yang sudah kita backup tadi (biasanya file tersebut terdapat di my document→cari folder blackbery→disitu tempat file backup bb kita
 


Keterangan gambar untuk cara merestore bb nya (pilih file yang sudah di backup tadi jika sudah restore)



10.  Jika sudah semua coba dicek kembali buka kembali bbm  nya..semua contact,grup bbm kita aman bukan? Ada semuanya normal

11. Tapi kenapa aplikasi whats app,opera,foursquare,screen munchern,yahoo messenger dll gada? tenang aja semua tinggal kita download di appwordnya (jika appword tidak ada dalam bb yang sudah kita upgrade tinggal di download disini dari bb kalian http://appworld.blackberry.com/ )




Mudah bukan kenapa harus ke counter  hp keluar biaya sampe 100ribu ? kita bisa sendiri?
Jika merasa bingung dalam tutorial yang saya buat diatas comment di posting ini atau di form buku tamu pada blog it-atzfc oke :)

Semoga membantu dan bermanfaat :)



Dukung situs ini dengan donasi anda. Jika anda merasa blog ini bermanfaat, anda bisa memberikan kontribusi ke  it-atzfc™ melalui Rekening Bank Lokal . Click Here
Baca Selengkapnya Yuk - Cara Instal dan Upgrade OS Blackbery Semua Type Tutorial Lengkap .

Download PCMAV 8.1 Terbaru + Update Build1 (Agustus 2012)




















Download PCMAV 8.1 Predator Gratis telah disediakan untuk pengguna PCMAV, bersamaan dengan peluncuran Majalah PC Media Edisi 08/2012.

 
PCMAV 8.1 Predator telah dilengkapi dengan kemampuan mendeteksi lebih banyak virus beserta varian virus yang dilaporkan banyak menyebar di Indonesia.

 
Bagi Anda pengguna PC Media Antivirus sangat dianjurkan untuk mengganti engine PCMAV Anda sekarang.cekidot



Tampilan PCMAV terbaru versi 8.1 raptor :




























Semoga bisa mengatasi virus yang ada di computer agan sekalian dengan pcmav raptor ini .
 

Link Download :










if need pasword : ( www.it-atzfc.blogspot.com )




Dukung situs ini dengan donasi anda. Jika anda merasa blog ini bermanfaat, anda bisa memberikan kontribusi ke  it-atzfc™ melalui Rekening Bank Lokal . Click Here
Baca Selengkapnya Yuk - Download PCMAV 8.1 Terbaru + Update Build1 (Agustus 2012) .

puisiku tentang cinta islami





















Sahabat blogger apa kabar semuanya? semoga kita selalu dalam keadaan baik kawan sehat walafiat, tidak terasa udah mau lebaran kawan tak terasa waktu berputar cepat banget yah kita dah mau berada di akhir bulan ramadhan nih ayo udah khatam belum tadarusnya?,.hehe..

Sahabat blogger diawal pagi ini secerah pahala bulan ramadhan ane di waktu pagi ini mau nulis tentang apa sih tentang cinta islami itu, tetapi ane cuma tuangkan ini lewat doa puisi ane untuk blog yang ane cintain banget karna ini lah bangunan kokoh hidup ane buku berharga hidup ane disaat ane bisa menjalani hari-hari ane dari seorang anak sederhana yang berani untuk merasakan kerasnya kehidupan disaat masa muda orang bisa bercanda dengan tawa dengan seumurannya tapi ane cuma kerja keras menjalani semua dijalan allah ini .

Ane selalu bersyukur aja apa yang ane jalanin untuk hari-hari ane semoga ini pintu gerbang menuju kesuksesan yang ane raih nanti..gimana caranya bisa mengejar masa depan ane untuk tekad ane kedepan dengan membuat orang tua ane bahagia yaitu  it-atzfc "inilah tulisan hidup ane kawan.. ane punya selogan nih buat kita bagaimanapun usaha anda untuk menggapai impianmu sertai ibadah selalu inget allah yang selalu menemani kita disaat kita berjuang di dunia ini menggapai hari-hari kita"  curcol dikit hehe,

ayo kawan cekidot lihat yuk puisinya apa :    

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,

agar bertambah kekuatanku untuk mencintaimu,

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu,

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-MU,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika kau halalkan aku merindui kekasih-mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehinggah melupakan aku
pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwa-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini
Dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada
kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan
bertawakal di jalan-Mu..


semoga bermanfaat kawan tulisan ane ini..hehe

oleh : Alam Tanzillah



Dukung situs ini dengan donasi anda. Jika anda merasa blog ini bermanfaat, anda bisa memberikan kontribusi ke  it-atzfc™ melalui Rekening Bank Lokal . Click Here
Kunjungi terus untuk dapatkan sofware,game,film,update I.T
it-atzfc.blogspot.com™


facebook  : (https://www.facebook.com/alam.tanzillah)
Baca Selengkapnya Yuk - puisiku tentang cinta islami .

Aku Terpaksa Menikahinya (Kisah inspiratif untuk para istri dan suami)







Sahabat blogger maaf ane baru sempet kembali tuangin tulisan ane kebetulan ini juga situasi keadaan ane juga gan banyak banget ujian dari allah di bulan ramadhan ini ane mah tetep tegar tingkatin ibadah ane aja semoga dibalik ujian ini ada kebahagiaan dan hal baik untuk hidup ane kedepan yang allah kasih allahumma amin, tulisan kali ini tentang inspiratif  bagi bapak ibu yang mempunyai rumah tangga syukuri kepada allah apa yang kita punya ambil hikmah dari cerita ini.

Cekidot .

Semoga kisah di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!


Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta bunda untuk ayah? Cinta itukah yang membuat bunda tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai bunda dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. bunda setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada bunda dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus. Semoga bermanfaat .


Di edit oleh : Alam Tanzillah 


Kunjungi terus it-atzfc.blogspot ya, semoga banyak barokah dan manfaat dari blog ini .
Baca Selengkapnya Yuk - Aku Terpaksa Menikahinya (Kisah inspiratif untuk para istri dan suami) .

Kisah Inspiratif Ramadhan: Sorban Buat Ayah
























Ayahku mengingkan sebuah hadiah untuk lebaran. Sebuah sorban. Ya, hanya sebuah sorban. Tapi bukan sorban biasa yang bisa kautemui di toko-toko baju di kota kecilku. Melainkan sorban istimewa yang seperti miliknya seorang ustad ternama. Ustadz itu sering tampil di layar kaca, dan kalau tampil selalu mengenakan sorban yang modelnya sama. “Aku ingin sorban yang seperti itu, itu akan menjadi hadiah lebaran terindah untukku.”

Aku tahu, aku harus memenuhi keinginan ayah. Dan aku sudah berusaha semampunya, berkeliling ke pasar dan toko-toko baju di seluruh kotaku. Namun sampai tiga hari menjelang lebaran, sorban itu belum juga kudapatkan.

Kemudian aku mendapat kabar dari seorang tetangga yang kebetulan punya sorban yang mirip dengan ustadz ternama itu. Sorban berbentuk segiempat yang bisa dililit-lilit di kepala. “Dari mana Anda membelinya?” tanyaku pada Pak Haji pemilik sorban. Dan dia menjawab dengan bangganya, “Ini kubeli di Bandung, dari butik muslim. Yang beginian memang cuma ada di Bandung. Di kota kecil ini mah tidak ada. Harganya juga mahal. Lima ratus ribu.”

Kakiku seperti mencelos dari pijakan. “Lima ratus ribu? Belum ongkos ke Bandungnya. Untuk pulang pergi naik bis saja takkan kurang dari dua ratus ribu.” Aku terduduk lesu.
“Daripada repot-repot pergi ke Bandung,” kata Pak Haji. “Beli saja punyaku, tapi harganya sejuta.”
Mataku membelalak seolah mau keluar dari rangkanya. Sejuta? Duh, Pak Haji ini, yang benar saja. Darimana aku dapat uang sebanyak itu? Baiklah, uang sejuta di jaman sekarang tidaklah sangat besar. Namun untuk ukuran pemuda yang masih menganggur sepertiku, jumlah itu cukup untuk membuat leher terasa kaku.

Aku pulang ke rumah dengan hati risau. Kulihat Ayah sedang duduk di kursi goyang, semakin hari kesehatannya semakin mencemaskan. Umurnya bertambah tua, sakit-sakitan dan…kesepian. Anak-anaknya, kecuali aku, sudah pergi merantau ke kota besar. Mereka seolah sudah tak mempedulikan dirinya. Dan sekarang, satu-satunya keinginannya, yakni memiliki sorban yang mirip kepunyaan ustadz favoritnya, nampaknya takkan terkabul. 

Aku sedih memikirkan ayahku. Juga sedih memikirkan diriku. Sejak lulus dari SMA, teman-temanku sudah pergi ke luar kota, baik untuk kuliah maupun mencari kerja. Mereka memberikan kebanggaan pada keluarga yang ditinggalkan, baik reputasi sebagai mahasiswa, maupun upah yang dikirim setiap bulannya. Sedangkan aku, hanya bisa duduk di sini, di rumah ini, menunggui ayahku yang semakin larut dengan dunianya sendiri. Dia sudah tua, dan yang dibicarakannya hanyalah kematian. “Kalau aku mati, tolong kuburkan di halaman belakang, di samping nisan Ibumu,” ujar Ayah suatu kali. “Kalau aku mati, kau harus pergi merantau dan menemui kakak-kakakmu,” ujar Ayah di kali yang lain. “Kalau aku mati, siapa yang akan mengurusmu?” isak Ayah sambil memelukku seolah aku ini anak kecil. Hey, umurku bukan 2 tahun, tapi 22 tahun!

Di kesempatan lain, Ayah berubah menjadi pemberang. Seharian marah-marah dan membanting barang. “Berhenti genjrang-genjreng, atau akan kubuang gitar bututmu itu,” hardik Ayah saat melihatku duduk-duduk di teras sambil memetik gitar, menirukan suara serak vokalis ST12.
Semarah apapun Ayah, aku tak pernah merasa tersinggung atau kesal. Aku memaklumi bahwa semakin tua, perangai seseorang akan semakin tak menyenangkan. Ayah kembali menjadi bayi kecil yang rewel, dan itulah siklus kehidupan. Yang muda menjadi tua dan kembali seperti anak kecil lagi. Tapi kalau Ayah sudah menyinggung soal gitarku, apalagi mengatainya sebagai “gitar butut”, kemarahanku langsung terlecut.

“Ayah jangan bilang ini gitar butut. Meski butut, ini adalah masa depanku,” ujarku setiapkali Ayah mengomeli gitarku. Bagi Ayah, aku dan gitarku ini ibarat sosok seniman muda yang kumal dan putus asa, sama seperti yang sering ditemuinya pada sosok pengamen jalanan yang semakin lama semakin memenuhi sudut-sudut kota.

Aku tahu, aku sadar, bahwa aku masih menganggur. Tak bisa memenuhi semua kebutuhan Ayah. Tapi sejak lulus SMA, gitar inilah satu-satunya temanku, dan harapanku. Dengan gitar ini, aku sudah menciptakan beberapa lagu, yang sekarang sudah diputar sebagai jingle-jingle di radio lokal. Aku tak berharap menjadi seorang penyanyi terkenal, namun bagiku gitar ini punya masa depan. Aku akan terus mencipta lagu, dan mungkin suatu saat nanti akan ada yang mau membeli lagu-laguku untuk dinyanyikan para penyanyi terkenal. Aku akan mendapat royalti dari lagu-laguku, dan kata temanku yang sudah hampir lulus sarjana, itu namanya passive income.

Lebaran tinggal dua hari lagi. Pak Haji sudah menanyaiku lagi apakah aku tertarik untuk membeli sorbannya. Aku belum menjawab. Sebenarnya, aku sudah berusaha menelepon kakak-kakakku yang katanya berhasil di perantauan. Tapi tak ada satu pun dari mereka yang merespon kata-kataku.
“Ayah ingin sorban yang mirip punyanya ustadz di TV? Emangnya Ayah mau tampil di TV! Ada-ada saja kamu,” ujar kakak sulungku yang sekarang sudah jadi karyawan sebuah bank di Jakarta.
“Beliin saja sorban yang ada di pasar, Ayah pasti tidak akan tahu,” kata kakak keduaku yang sekarang sudah jadi manajer toko elektronik di Tangerang.

“Hah, sejuta? Mana ada sorban yang harganya segitu! Cari aja yang dibawah seratus ribu, pasti banyak,” usul kakak ketigaku yang sudah jadi istri pengusaha. Sejak menikah, kakakku yang ini memang jadi agak pelit. Uangnya hanya dipakai untuk ke salon dan belanja, tapi tak sedikitpun tertarik untuk membelikan sesuatu yang disukai Ayah. 

Aku masih ingat, selalu ingat, setiap kali lebaran datang, ketiga kakakku akan pulang. Mereka datang dengan mobil mengilap, pakaian bagus, dan oleh-oleh sebagasi penuh. Namun satu yang mereka tak pernah lakukan, bertanya kepada Ayah, apa sih sebetulnya yang beliau inginkan. Mereka menghabiskan banyak uang hanya untuk oleh-oleh yang menurut mereka bagus, mahal, atau hanya dapat dibeli di kota besar. Tapi mereka tak pernah tahu, dan tak mau tahu, hadiah apa yang akan membuat Ayah merasa spesial. 

Malam itu, dua hari menjelang lebaran, aku berkumpul dengan teman-temanku seusai sholat tarawih. Seperti biasa kami kumpul di pos kamling, menyiapkan segala sesuatunya untuk keliling kompleks membangunkan sahur besok pagi. Aku memang aktif menjadi pengurus karang taruna dan mesjid selama Ramadhan ini.

Tiba-tiba, Amiruddin, salah seorang dari kami, mengajak aku dan Bondan menjauh. Kami pergi ke tempat yang agak tersembunyi.
“Kalian tahu haji Surya, kan?” Amiruddin berbisik. “Kabarnya dia lagi berangkat ke Semarang, mau lebaran di sana. Rumahnya kosong. Kalau kalian berminat ikut denganku besok malam saat orang-orang sholat tarawih, kita bisa bagi hasil…”
Aku dan Bondan saling berpandangan. Sesaat otakku berputar, berusaha mencerna makna dari kalimat temanku itu. Tiba-tiba perutku terasa mual. Apa ini? Dia sedang membicarakan rencana perampokan? 

“Ada dua buah TV 29 inch di ruang tengah, satu lagi di kamar, dan sekotak perhiasan di lemari pakaian,” Amirudin sibuk menjelaskan. Jelas saja dia tahu benda-benda berharga milik haji Surya, karena dia mantan pegawai di rumah itu. Amir pernah bekerja sebagai tukang kebun lalu naik pangkat menjadi sopir pribadi, dan dipecat karena ketahuan pacaran dengan salah satu anak perempuan haji Surya.

“Tugasmu hanya berjaga di luar, memberi tanda kalau ada orang datang, dan sebagai imbalannya, kau boleh memiliki salah satu dari TV 29 inch itu,” bujuknya.
Dengan dada berdebar, aku mulai menghitung-hitung. TV 29 inch kan harga pasarannya sekitar dua juta. Kalau laku sejuta saja, itu akan cukup untuk membelikan Ayah…
Oh, tidak! Aku bergidik dan menggelengkan kepala.
“Tapi ayahmu sangat menginginkan sorban itu, dan memenuhi keinginan orangtua wajib hukumnya,” Bondan yang sudah terkena bujukan Amirudin berkata enteng.
“Iya tapi bukan dengan jalan merampok,” bantahku.
Amirudin tertawa dan menepuk bahuku. “Ya udah terserah. Tapi kalau kamu berubah pikiran, besok malam kita kumpul di pos kamling, aku akan paparkan strateginya. Dan ingat, ini misi rahasia.” Akhirnya, kami bertiga pun bubar.

Malam itu aku tak bisa tidur. Rencana teman-temanku begitu mengusik batinku. Aku mencoba menghapus pikiran yang mengusik itu dengan memetik gitar di kamarku. Namun dari kamar bawah, Ayah terbatuk-batuk keras dan berteriak, “Gitar bututmu itu membuat telingaku sakit!”
Esoknya aku bergerak ke sana kemari, meminjam uang ke sana-sini, kepada teman-temanku sesama pemuda mesjid, dan kepada orang-orang yang suka nongkrong di pangkalan ojek. Tapi seperti sebelum-sebelumnya, tak ada yang bisa membantuku. Hari semakin sore. Adzan maghrib tiba, namun bukannya senang karena bisa berbuka puasa, aku malah cemas. Ketika adzan Isya terdengar, dan orang-orang mulai pergi ke mesjid untuk tarawih, kita kumpul di pos kamling, kata-kata Amirudin terngiang lagi.

Setelah sholat maghrib, aku tidak pergi ke mesjid untuk mempersiapkan karpet untuk sholat tarawih seperti biasanya. Aku mengurung diri di kamar. Bimbang. Lalu kupetik gitar pelan-pelan. Ayah terbatuk dan berteriak, “Bukannya ke mesjid atau ngaji, malah genjrang-genjreng. Makin hari kamu makin seperti berandalan saja!”

Kulemparkan gitar ke sudut kasur. Bunyi senar beradu dengan pinggiran ranjang kayu membuat hatiku resah. Aku semakin gelisah. Sudah seminggu ini batuk-batuk Ayah semakin parah. Sudah beberapa kali aku mengantarnya berobat ke rumah sakit, namun belum sembuh juga. Aku takut Ayah takkan bertahan lebih lama. Sementara keinginannya untuk memiliki sorban belum terpenuhi. Apa yang harus kulakukan? Lusa adalah lebaran, dan besok adalah hari terakhir di mana aku bisa membelikan sorban sebagai hadiah lebaran untuknya.

Aku tahu, sebetulnya Ayah tidak terlalu menginginkan sorban itu. Ayah ingin naik haji. Namun dia tahu, dia tak bisa meminta kepada anak-anaknya, meskipun kalau bertindak pasti kakak-kakakku mau mengabulkannya. Dan sorban adalah semacam pelipur lara hatinya. Hanya itulah satu-satunya hadiah yang ia tahu takkan memberatkan anak-anaknya, namun bahkan kakak-kakakku tak menggubrisnya. Kini hanya aku yang bisa mengabulkan keinginan Ayah – membelikan sorba itu sebagai hadiah.
Tak terasa adzan Isya berkumandang. Amirudin dan Bondan pasti sudah menungguku di pos kamling. Akhirnya dengan sejuta kebimbangan merayap, sekaligus berputarnya akal sehat, kuganti baju koko dan sarungku dengan kaos oblong dan celana jins yang lebih simpel. Lalu pelan-pelan kubuka pintu kamar. Ayah sedang wiridan di kamarnya, dan kupastikan ia benar-benar tidak melihatku. Dengan hati-hati, aku berjalan keluar, menutup pintu dan meninggalkan rumah….
***

Hari lebaran tiba. Suara takbir berkumandang melalui pengeras suara. Kakak-kakaku sudah datang dari rantau semua. Rumah ini jadi terasa ramai dan hangat kembali. Yah, meskipun hanya akan berlangsung dua atau tiga hari, lumayan lah untuk menghapus kesepianku bersama Ayah selama setahun ini.

Tadi malam kami sudah berkumpul bersama, saling melempar canda tawa. Kakak-kakakku sibuk mengangkut oleh-oleh yang mereka bawa dari bagasi. Baju, sarung, peci, dan aneka jenis makanan mahal tertumpah semua di meja, menunggu giliran untuk dibuka oleh Ayah. Namun wajah Ayah tidak terlihat gembira. Kegembiraannya baru terlihat saat ia mengambil sebuah bungkusan kecil yang kuletakkan di antara tumpukkan hadiah mahal itu. Sementara aku menyibukkan diri untuk bermain bersama keponakan-keponakanku, mataku menangkap detik-detik ketika Ayah membuka hadiah itu. Hadiah sorban yang telah lama diimpikannya. Dan kedua matanya berkaca-kaca.

Sepulang sholat ied, Ayah sudah menunggu kami untuk bergiliran sungkeman padanya. Dan sorban itu sudah melilit di kepalanya, membuatnya tampak seperti seorang ustadz betulan. Ketika aku sungkeman padanya, Ayah berbisik. “Aku sudah tahu,” katanya. Ia mengusap kepalaku dan mengucapkan terima kasih. Kurasakan air mata jatuh di pipinya, seperti halnya air mataku juga.
Aku tahu, aku telah banyak mengecewakan Ayah. Sementara kakak-kakakku sudah sukses di rantau, aku masih menganggur di rumah. Tapi aku tahu, Ayah mengerti bahwa aku memilih tetap di rumah agar bisa menemani dan merawat Ayah – sesuatu yang tak bisa dilakukan oleh kakak-kakakku.
Aku tahu, Ayah mengerti banyak hal tentang diriku, jauh lebih banyak dari yang aku kira.
Dan pagi ini ketika kami berjalan keluar rumah untuk bersalam-salaman dengan tetangga kompleks, terdengar rebut-ribut. “Ada apa ini?” tanya Ayah. Pak RT segera menghampiri kami dan menjelaskan, “Kemarin malam rumah haji Surya dirampok, dan perampoknya sudah tertangkap. Ternyata si Amirudin dan Bondan. Mereka babak belur dihajar warga. Kita harus cepat bantu mengamankan mereka.”

Aku terdiam lama sekali, sementara Ayah menatapku. “Bukankah mereka teman-temanmu?” bisiknya.
Aku tertunduk. Ah, ya Allah, seandainya aku tergoda untuk ikut dalam perampokan itu…
Malam itu aku memang tidak pergi ke pos kamling tempat kami bertiga janjian. Aku…pergi ke rumah seorang teman. Membawa suatu misi yang sangat berat untuk kulakukan: menawarkan gitarku. Yah, meskipun sudah butut, tapi gitar itu sebetulnya mahal dan sudah jarang di pasaran. Gitar itu adalah hadiah dari Ibuku menjelang kelulusan – beliau membelikannya empat tahun lalu sebelum terkena sakit jantung dan meninggal. Karena temanku sudah lama mengincar gitar itu, dia setuju untuk membeli gitar kesayanganku dengan harga sejuta.
Kini gitar itu sudah tiada. Dan Ayah tahu, aku begitu berat untuk melepasnya. Aku menginginkan gitar itu ada di sampingku seperti Ayah selalu menginginkan sorban impiannya itu. Namun bagiku, keinginan Ayah adalah yang terpenting, dan Ayah tahu itu…
Lebaran itu adalah lebaran paling berkesan dalam hidupku. Sekarang Ayah telah tiada, namun aku bersyukur telah memberinya hadiah lebaran terindah yang pernah diinginkannya.****
Cerita ini  merupakan salah satu dari kumpulan kisah inspiratif ramadhan “Ramadhan di Musim Gugur” karya Elie Mulyadi, diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, 2009. 


 sumber : edukasikompas




semoga bermanfaat..
Baca Selengkapnya Yuk - Kisah Inspiratif Ramadhan: Sorban Buat Ayah .

Download Hasil SMPTN Sekarang



Peserta mengerjakan soal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bidang Ilmu Pengetahuan Sosial di Auditorium Gedung Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia di Depok, Selasa (12/6/2012).









Pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 maju sehari dari jadwal semua tanggal 7 Juli 2012. Mulai Jumat (6/7/2012) malam ini, hasil SNMPTN 2012 sudah dapat diketahui.


Secara resmi, panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 mengumumkan hasil seleksi puluhan ribu calon mahasiswa yang berburu masuk PTN di website SNMPTN mulai pukul 19.00 WIB.


Selain itu, hasil SNMPTN 2012 juga bisa disimak di Kompas.com. Pembaca dapat mengunduh file pengumuman SNMPTN 2012. Caranya dengan klik link berikut ini.






Selamat kepada calon mahasiswa yang lulus seleksi ini titik masa depan anda selamat untuk menempuhnya !






sumber : kompas.com




Dukung situs ini dengan donasi anda. Jika anda merasa blog ini bermanfaat, anda bisa memberikan kontribusi ke  it-atzfc™ melalui Rekening Bank Lokal . Click Here
Kunjungi terus untuk dapatkan sofware,game,film,update I.T
it-atzfc.blogspot.com™




facebook  : https://www.facebook.com/alam.tanzillah)
Baca Selengkapnya Yuk - Download Hasil SMPTN Sekarang .

Maknai Film Surat Kecil Untuk Tuhan

Kita maknai film surat kecil untuk tuhan 





























Tahun baru kemarin, gue dapet pinjeman novel dari temen gue, judulnya "Surat Kecil untuk Tuhan". Katanya sih baca buku ini bakalan sedih banget. Jadi, gue coba, apakah buku yang ditulis Agnes Davonar ini dapat maksa gue buat ngeluarin air mata atau enggak?

Well, buku terbitan Inandra Published ini mengisahkan perjuangan dasyat Gita Sesa Wanda Cantika (Keke) melawan kanker ganas. Diceritakan bahwa Keke itu adalah gadis usia 15 tahunan yang sangat enerjik dan ceria. Ia tinggal bersama kedua kakak lelakinya (Chika dan Kiki) serta ayahnya (Joddy) yang baru saja cerai dengan ibunya. Suatu hari, Keke tertular penyakit mata kakaknya, Kiki. Awalnya ia santai-santai saja. Namun telah beberapa hari matanya tidak sembuh juga. Dan parahnya, ketika ia bermain voli dengan temannya, tiba-tiba Keke pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh ayahnya. Disitulah ayahnya tahu bahwa Keke telah terinfeksi penyakit rabdomiosarkoma atau
kenker jaringan lunak, kanker paling ganas yang pernah ada.

Penyebab kanker ini masih belum diketahui. Dokter menyarankan untuk melakukan operasi sesegera mungkin, atau nyawa Keke tidak dapat diselamatkan. Namun, setelah mengetahui resiko dari operasi ini ~ yaitu kehilangan sebagian wajah dan sebelah mata ~ maka Joddy memutuskan untuk mencari jalan lain, jalan alternatif.

Berkali-kali Joddy mencari pengobatan alternatif, namun tak satu pun yang dapat menolong Keke. Keadaannya justru semakin memburuk. Keke ~ yang belum tahu bahwa dirinya mengidap kanker ~ mulai curiga tentang penyakit yang dideritanya. Hingga saat percobaan pengobatan terakhir di Banten, Keke akhirnya mengetahui semuanya karena si pemilik pengobatan itu membicarakan kanker tersebut tanpa sengaja di depan Keke. Disitu hatinya benar-benar sakit, tapi ia tak mau menunjukkan rasa sakitnya ke semua orang yang mengantarnya (Joddy, pak Iyus ~ karyawan Joddy ~ , dan sahabat-sahabatnya).

Joddy bukan tipikal ayah yang mudah menyerah. Akhirnya ia menemukan dokter spesialis kanker no.1 di Indonesia. Awalnya, dokter ini menyarankan hal yang sama, operasi. Namun Joddy bersekukuh agar dapat mencari cara yang lain. Kemudian dokter itu menyarankan untuk di-kemoterapi saja ~ walaupun belum tentu sembuh 100% ~. Joddy dengan segera menyetujuinya. Berbagai tahap kemoterapi dan radiologi harus dijalani oleh Keke. Ia selau menahan rasa sakitnya yang sangat itu. Sebagai anak usia 15 tahun, Keke termasuk anak yang kuat. Hingga kesembuhan pun ia dapatkan.

Namun itu hanya sesaat..

Beberapa bulan
kemudian, Keke dikatakan terinfeksi, masih kanker yang sama. Saat mendengar ini, ia hanya bisa pasrah dan berkata pada ayahnya, "Ayah.. tidak apa-apa, kalau Tuhan maunya Keke menjalanin cobaan ini.. Keke siap!" (halaman 122 dari 232). Jelas ini adalah kebohongan besar Keke, bahwa ia sesungguhnya sangat tidak siap. Ia hanya ingin membuat ayahnya sedikit gembira. Tapi justru, tekad inilah yang nantinya menemani Keke samapai penghujung umurnya.

Semua dokter tidak sanggup menangani Keke lagi, bahkan dokter Singapura pun, begitu juga Amerika Serikat. Tidak ada yang mampu menolong Keke. Namun gadis itu tetap semangat menjalani hidup. Hingga sebelum akhir khayatnya, bahkan ia masih sempat mengikuti ujian akhir sekolah dan mendapatkan peringkat ketiga di kelasnya!. Sungguh luar biasa, padahal ketika ujian, ia lumpuh!. Hari terakhir ujian pun ia lewati dengan bantuan tangan Pak Iyus, karena Keke tak bisa menggunakan tangannya lagi.

Dan akhirnya, Ia meninggal tepat tanggal 25 Desember, pukul 11 malam. Sebuah wangi melati muncul misterius selama 5 menit, disaksikan beberapa orang yang menemani di detik-detik terakhir nafas Keke. Wangi itu mengakhiri ketegaran perjuangan seorang Keke di dunia ini. Mengingatkan kita, bahwa tak ada yang abadi, semua hanya sementara.

sedih.. novel ini bikin gue abis-abisan naha air mata. Meski emang nggak ada air mata yang keluar, tapi novel ini bener-bener ngingetin kita, untuk bisa menghadapi dunia ini JAUH LEBIH KUAT daripada Keke. Seorang Keke saja bisa menunjukkan usaha terbaiknya. Jangan sampai, kita yang masih diberikan kesempatan Tuhan, justru menyia-nyiakan anugerah-Nya.

Pesan-pesan tulisan (gitta sessa wanda cantika) keke disaat berjuang dalam menghadapi penyakit kanker tetapi ia begitu tegar :

Tuhan andai aku bisa kembali
aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini

tuhan anda aku bisa kembali
aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku
terjadi pada orang lain

tuhan bolehkah aku menulis surat kecil untuk mu..

tuhan bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk mu..

tuhan biarkanlah aku bisa dapat melihat dengan mataku
memandang langit dan bulan setiap harinya

tuhan izinkanlah rambutku kembali tumbuh agar menjadi 
wanita seutuhnya

tuhan berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
agar aku bisa memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku

tuhan berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa agar aku bisa memberikan
arti hidupku kepada siapapun yang mengenalku

tuhan surat kecilku ini adalah surat terakhir dalam hidupku andai aku
bisa kembali kedunia yang kau berikan padaku

oleh (gitta sessa wanda cantika)


Dukung situs ini dengan donasi anda. Jika anda merasa blog ini bermanfaat, anda bisa memberikan kontribusi ke  it-atzfc™ melalui Rekening Bank Lokal . Click Here


Kunjungi terus untuk dapatkan sofware,game,film,update I.T

it-atzfc.blogspot.com™


Free download education,sofware,film,games,update t.i,etc

visit now & Folow my Blog Update I.T

it-atzfc.blogspot.com™
facebook  : https://www.facebook.com/alam.tanzillah)

==========================================
download film  now
 =================

CD 1 : Part 1 Part 2
CD 2 : Part 1 Part 2
===================
Baca Selengkapnya Yuk - Maknai Film Surat Kecil Untuk Tuhan .