Education_Sofware_I.T

Admin By : @alam_tanzillah

Populer

My Expression

Apa yang ada di belakang kita dan apa yang ada di depan kita adalah hal-hal yang sangat kecil, dibandingkan dengan apa yang ada di dalam diri kita... Kita menjalani kehidupan dengan apa yang kita peroleh. Kita membuat kehidupan dengan apa yang kita berikan... Sukses adalah sebuah perwujudan nyata sebuah cita-cita yang berharga...

Aku Terpaksa Menikahinya (Kisah inspiratif untuk para istri dan suami)







Sahabat blogger maaf ane baru sempet kembali tuangin tulisan ane kebetulan ini juga situasi keadaan ane juga gan banyak banget ujian dari allah di bulan ramadhan ini ane mah tetep tegar tingkatin ibadah ane aja semoga dibalik ujian ini ada kebahagiaan dan hal baik untuk hidup ane kedepan yang allah kasih allahumma amin, tulisan kali ini tentang inspiratif  bagi bapak ibu yang mempunyai rumah tangga syukuri kepada allah apa yang kita punya ambil hikmah dari cerita ini.

Cekidot .

Semoga kisah di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!


Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta bunda untuk ayah? Cinta itukah yang membuat bunda tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai bunda dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. bunda setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada bunda dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus. Semoga bermanfaat .


Di edit oleh : Alam Tanzillah 


Kunjungi terus it-atzfc.blogspot ya, semoga banyak barokah dan manfaat dari blog ini .
Baca Selengkapnya Yuk - Aku Terpaksa Menikahinya (Kisah inspiratif untuk para istri dan suami) .

Kisah Inspiratif Ramadhan: Sorban Buat Ayah
























Ayahku mengingkan sebuah hadiah untuk lebaran. Sebuah sorban. Ya, hanya sebuah sorban. Tapi bukan sorban biasa yang bisa kautemui di toko-toko baju di kota kecilku. Melainkan sorban istimewa yang seperti miliknya seorang ustad ternama. Ustadz itu sering tampil di layar kaca, dan kalau tampil selalu mengenakan sorban yang modelnya sama. “Aku ingin sorban yang seperti itu, itu akan menjadi hadiah lebaran terindah untukku.”

Aku tahu, aku harus memenuhi keinginan ayah. Dan aku sudah berusaha semampunya, berkeliling ke pasar dan toko-toko baju di seluruh kotaku. Namun sampai tiga hari menjelang lebaran, sorban itu belum juga kudapatkan.

Kemudian aku mendapat kabar dari seorang tetangga yang kebetulan punya sorban yang mirip dengan ustadz ternama itu. Sorban berbentuk segiempat yang bisa dililit-lilit di kepala. “Dari mana Anda membelinya?” tanyaku pada Pak Haji pemilik sorban. Dan dia menjawab dengan bangganya, “Ini kubeli di Bandung, dari butik muslim. Yang beginian memang cuma ada di Bandung. Di kota kecil ini mah tidak ada. Harganya juga mahal. Lima ratus ribu.”

Kakiku seperti mencelos dari pijakan. “Lima ratus ribu? Belum ongkos ke Bandungnya. Untuk pulang pergi naik bis saja takkan kurang dari dua ratus ribu.” Aku terduduk lesu.
“Daripada repot-repot pergi ke Bandung,” kata Pak Haji. “Beli saja punyaku, tapi harganya sejuta.”
Mataku membelalak seolah mau keluar dari rangkanya. Sejuta? Duh, Pak Haji ini, yang benar saja. Darimana aku dapat uang sebanyak itu? Baiklah, uang sejuta di jaman sekarang tidaklah sangat besar. Namun untuk ukuran pemuda yang masih menganggur sepertiku, jumlah itu cukup untuk membuat leher terasa kaku.

Aku pulang ke rumah dengan hati risau. Kulihat Ayah sedang duduk di kursi goyang, semakin hari kesehatannya semakin mencemaskan. Umurnya bertambah tua, sakit-sakitan dan…kesepian. Anak-anaknya, kecuali aku, sudah pergi merantau ke kota besar. Mereka seolah sudah tak mempedulikan dirinya. Dan sekarang, satu-satunya keinginannya, yakni memiliki sorban yang mirip kepunyaan ustadz favoritnya, nampaknya takkan terkabul. 

Aku sedih memikirkan ayahku. Juga sedih memikirkan diriku. Sejak lulus dari SMA, teman-temanku sudah pergi ke luar kota, baik untuk kuliah maupun mencari kerja. Mereka memberikan kebanggaan pada keluarga yang ditinggalkan, baik reputasi sebagai mahasiswa, maupun upah yang dikirim setiap bulannya. Sedangkan aku, hanya bisa duduk di sini, di rumah ini, menunggui ayahku yang semakin larut dengan dunianya sendiri. Dia sudah tua, dan yang dibicarakannya hanyalah kematian. “Kalau aku mati, tolong kuburkan di halaman belakang, di samping nisan Ibumu,” ujar Ayah suatu kali. “Kalau aku mati, kau harus pergi merantau dan menemui kakak-kakakmu,” ujar Ayah di kali yang lain. “Kalau aku mati, siapa yang akan mengurusmu?” isak Ayah sambil memelukku seolah aku ini anak kecil. Hey, umurku bukan 2 tahun, tapi 22 tahun!

Di kesempatan lain, Ayah berubah menjadi pemberang. Seharian marah-marah dan membanting barang. “Berhenti genjrang-genjreng, atau akan kubuang gitar bututmu itu,” hardik Ayah saat melihatku duduk-duduk di teras sambil memetik gitar, menirukan suara serak vokalis ST12.
Semarah apapun Ayah, aku tak pernah merasa tersinggung atau kesal. Aku memaklumi bahwa semakin tua, perangai seseorang akan semakin tak menyenangkan. Ayah kembali menjadi bayi kecil yang rewel, dan itulah siklus kehidupan. Yang muda menjadi tua dan kembali seperti anak kecil lagi. Tapi kalau Ayah sudah menyinggung soal gitarku, apalagi mengatainya sebagai “gitar butut”, kemarahanku langsung terlecut.

“Ayah jangan bilang ini gitar butut. Meski butut, ini adalah masa depanku,” ujarku setiapkali Ayah mengomeli gitarku. Bagi Ayah, aku dan gitarku ini ibarat sosok seniman muda yang kumal dan putus asa, sama seperti yang sering ditemuinya pada sosok pengamen jalanan yang semakin lama semakin memenuhi sudut-sudut kota.

Aku tahu, aku sadar, bahwa aku masih menganggur. Tak bisa memenuhi semua kebutuhan Ayah. Tapi sejak lulus SMA, gitar inilah satu-satunya temanku, dan harapanku. Dengan gitar ini, aku sudah menciptakan beberapa lagu, yang sekarang sudah diputar sebagai jingle-jingle di radio lokal. Aku tak berharap menjadi seorang penyanyi terkenal, namun bagiku gitar ini punya masa depan. Aku akan terus mencipta lagu, dan mungkin suatu saat nanti akan ada yang mau membeli lagu-laguku untuk dinyanyikan para penyanyi terkenal. Aku akan mendapat royalti dari lagu-laguku, dan kata temanku yang sudah hampir lulus sarjana, itu namanya passive income.

Lebaran tinggal dua hari lagi. Pak Haji sudah menanyaiku lagi apakah aku tertarik untuk membeli sorbannya. Aku belum menjawab. Sebenarnya, aku sudah berusaha menelepon kakak-kakakku yang katanya berhasil di perantauan. Tapi tak ada satu pun dari mereka yang merespon kata-kataku.
“Ayah ingin sorban yang mirip punyanya ustadz di TV? Emangnya Ayah mau tampil di TV! Ada-ada saja kamu,” ujar kakak sulungku yang sekarang sudah jadi karyawan sebuah bank di Jakarta.
“Beliin saja sorban yang ada di pasar, Ayah pasti tidak akan tahu,” kata kakak keduaku yang sekarang sudah jadi manajer toko elektronik di Tangerang.

“Hah, sejuta? Mana ada sorban yang harganya segitu! Cari aja yang dibawah seratus ribu, pasti banyak,” usul kakak ketigaku yang sudah jadi istri pengusaha. Sejak menikah, kakakku yang ini memang jadi agak pelit. Uangnya hanya dipakai untuk ke salon dan belanja, tapi tak sedikitpun tertarik untuk membelikan sesuatu yang disukai Ayah. 

Aku masih ingat, selalu ingat, setiap kali lebaran datang, ketiga kakakku akan pulang. Mereka datang dengan mobil mengilap, pakaian bagus, dan oleh-oleh sebagasi penuh. Namun satu yang mereka tak pernah lakukan, bertanya kepada Ayah, apa sih sebetulnya yang beliau inginkan. Mereka menghabiskan banyak uang hanya untuk oleh-oleh yang menurut mereka bagus, mahal, atau hanya dapat dibeli di kota besar. Tapi mereka tak pernah tahu, dan tak mau tahu, hadiah apa yang akan membuat Ayah merasa spesial. 

Malam itu, dua hari menjelang lebaran, aku berkumpul dengan teman-temanku seusai sholat tarawih. Seperti biasa kami kumpul di pos kamling, menyiapkan segala sesuatunya untuk keliling kompleks membangunkan sahur besok pagi. Aku memang aktif menjadi pengurus karang taruna dan mesjid selama Ramadhan ini.

Tiba-tiba, Amiruddin, salah seorang dari kami, mengajak aku dan Bondan menjauh. Kami pergi ke tempat yang agak tersembunyi.
“Kalian tahu haji Surya, kan?” Amiruddin berbisik. “Kabarnya dia lagi berangkat ke Semarang, mau lebaran di sana. Rumahnya kosong. Kalau kalian berminat ikut denganku besok malam saat orang-orang sholat tarawih, kita bisa bagi hasil…”
Aku dan Bondan saling berpandangan. Sesaat otakku berputar, berusaha mencerna makna dari kalimat temanku itu. Tiba-tiba perutku terasa mual. Apa ini? Dia sedang membicarakan rencana perampokan? 

“Ada dua buah TV 29 inch di ruang tengah, satu lagi di kamar, dan sekotak perhiasan di lemari pakaian,” Amirudin sibuk menjelaskan. Jelas saja dia tahu benda-benda berharga milik haji Surya, karena dia mantan pegawai di rumah itu. Amir pernah bekerja sebagai tukang kebun lalu naik pangkat menjadi sopir pribadi, dan dipecat karena ketahuan pacaran dengan salah satu anak perempuan haji Surya.

“Tugasmu hanya berjaga di luar, memberi tanda kalau ada orang datang, dan sebagai imbalannya, kau boleh memiliki salah satu dari TV 29 inch itu,” bujuknya.
Dengan dada berdebar, aku mulai menghitung-hitung. TV 29 inch kan harga pasarannya sekitar dua juta. Kalau laku sejuta saja, itu akan cukup untuk membelikan Ayah…
Oh, tidak! Aku bergidik dan menggelengkan kepala.
“Tapi ayahmu sangat menginginkan sorban itu, dan memenuhi keinginan orangtua wajib hukumnya,” Bondan yang sudah terkena bujukan Amirudin berkata enteng.
“Iya tapi bukan dengan jalan merampok,” bantahku.
Amirudin tertawa dan menepuk bahuku. “Ya udah terserah. Tapi kalau kamu berubah pikiran, besok malam kita kumpul di pos kamling, aku akan paparkan strateginya. Dan ingat, ini misi rahasia.” Akhirnya, kami bertiga pun bubar.

Malam itu aku tak bisa tidur. Rencana teman-temanku begitu mengusik batinku. Aku mencoba menghapus pikiran yang mengusik itu dengan memetik gitar di kamarku. Namun dari kamar bawah, Ayah terbatuk-batuk keras dan berteriak, “Gitar bututmu itu membuat telingaku sakit!”
Esoknya aku bergerak ke sana kemari, meminjam uang ke sana-sini, kepada teman-temanku sesama pemuda mesjid, dan kepada orang-orang yang suka nongkrong di pangkalan ojek. Tapi seperti sebelum-sebelumnya, tak ada yang bisa membantuku. Hari semakin sore. Adzan maghrib tiba, namun bukannya senang karena bisa berbuka puasa, aku malah cemas. Ketika adzan Isya terdengar, dan orang-orang mulai pergi ke mesjid untuk tarawih, kita kumpul di pos kamling, kata-kata Amirudin terngiang lagi.

Setelah sholat maghrib, aku tidak pergi ke mesjid untuk mempersiapkan karpet untuk sholat tarawih seperti biasanya. Aku mengurung diri di kamar. Bimbang. Lalu kupetik gitar pelan-pelan. Ayah terbatuk dan berteriak, “Bukannya ke mesjid atau ngaji, malah genjrang-genjreng. Makin hari kamu makin seperti berandalan saja!”

Kulemparkan gitar ke sudut kasur. Bunyi senar beradu dengan pinggiran ranjang kayu membuat hatiku resah. Aku semakin gelisah. Sudah seminggu ini batuk-batuk Ayah semakin parah. Sudah beberapa kali aku mengantarnya berobat ke rumah sakit, namun belum sembuh juga. Aku takut Ayah takkan bertahan lebih lama. Sementara keinginannya untuk memiliki sorban belum terpenuhi. Apa yang harus kulakukan? Lusa adalah lebaran, dan besok adalah hari terakhir di mana aku bisa membelikan sorban sebagai hadiah lebaran untuknya.

Aku tahu, sebetulnya Ayah tidak terlalu menginginkan sorban itu. Ayah ingin naik haji. Namun dia tahu, dia tak bisa meminta kepada anak-anaknya, meskipun kalau bertindak pasti kakak-kakakku mau mengabulkannya. Dan sorban adalah semacam pelipur lara hatinya. Hanya itulah satu-satunya hadiah yang ia tahu takkan memberatkan anak-anaknya, namun bahkan kakak-kakakku tak menggubrisnya. Kini hanya aku yang bisa mengabulkan keinginan Ayah – membelikan sorba itu sebagai hadiah.
Tak terasa adzan Isya berkumandang. Amirudin dan Bondan pasti sudah menungguku di pos kamling. Akhirnya dengan sejuta kebimbangan merayap, sekaligus berputarnya akal sehat, kuganti baju koko dan sarungku dengan kaos oblong dan celana jins yang lebih simpel. Lalu pelan-pelan kubuka pintu kamar. Ayah sedang wiridan di kamarnya, dan kupastikan ia benar-benar tidak melihatku. Dengan hati-hati, aku berjalan keluar, menutup pintu dan meninggalkan rumah….
***

Hari lebaran tiba. Suara takbir berkumandang melalui pengeras suara. Kakak-kakaku sudah datang dari rantau semua. Rumah ini jadi terasa ramai dan hangat kembali. Yah, meskipun hanya akan berlangsung dua atau tiga hari, lumayan lah untuk menghapus kesepianku bersama Ayah selama setahun ini.

Tadi malam kami sudah berkumpul bersama, saling melempar canda tawa. Kakak-kakakku sibuk mengangkut oleh-oleh yang mereka bawa dari bagasi. Baju, sarung, peci, dan aneka jenis makanan mahal tertumpah semua di meja, menunggu giliran untuk dibuka oleh Ayah. Namun wajah Ayah tidak terlihat gembira. Kegembiraannya baru terlihat saat ia mengambil sebuah bungkusan kecil yang kuletakkan di antara tumpukkan hadiah mahal itu. Sementara aku menyibukkan diri untuk bermain bersama keponakan-keponakanku, mataku menangkap detik-detik ketika Ayah membuka hadiah itu. Hadiah sorban yang telah lama diimpikannya. Dan kedua matanya berkaca-kaca.

Sepulang sholat ied, Ayah sudah menunggu kami untuk bergiliran sungkeman padanya. Dan sorban itu sudah melilit di kepalanya, membuatnya tampak seperti seorang ustadz betulan. Ketika aku sungkeman padanya, Ayah berbisik. “Aku sudah tahu,” katanya. Ia mengusap kepalaku dan mengucapkan terima kasih. Kurasakan air mata jatuh di pipinya, seperti halnya air mataku juga.
Aku tahu, aku telah banyak mengecewakan Ayah. Sementara kakak-kakakku sudah sukses di rantau, aku masih menganggur di rumah. Tapi aku tahu, Ayah mengerti bahwa aku memilih tetap di rumah agar bisa menemani dan merawat Ayah – sesuatu yang tak bisa dilakukan oleh kakak-kakakku.
Aku tahu, Ayah mengerti banyak hal tentang diriku, jauh lebih banyak dari yang aku kira.
Dan pagi ini ketika kami berjalan keluar rumah untuk bersalam-salaman dengan tetangga kompleks, terdengar rebut-ribut. “Ada apa ini?” tanya Ayah. Pak RT segera menghampiri kami dan menjelaskan, “Kemarin malam rumah haji Surya dirampok, dan perampoknya sudah tertangkap. Ternyata si Amirudin dan Bondan. Mereka babak belur dihajar warga. Kita harus cepat bantu mengamankan mereka.”

Aku terdiam lama sekali, sementara Ayah menatapku. “Bukankah mereka teman-temanmu?” bisiknya.
Aku tertunduk. Ah, ya Allah, seandainya aku tergoda untuk ikut dalam perampokan itu…
Malam itu aku memang tidak pergi ke pos kamling tempat kami bertiga janjian. Aku…pergi ke rumah seorang teman. Membawa suatu misi yang sangat berat untuk kulakukan: menawarkan gitarku. Yah, meskipun sudah butut, tapi gitar itu sebetulnya mahal dan sudah jarang di pasaran. Gitar itu adalah hadiah dari Ibuku menjelang kelulusan – beliau membelikannya empat tahun lalu sebelum terkena sakit jantung dan meninggal. Karena temanku sudah lama mengincar gitar itu, dia setuju untuk membeli gitar kesayanganku dengan harga sejuta.
Kini gitar itu sudah tiada. Dan Ayah tahu, aku begitu berat untuk melepasnya. Aku menginginkan gitar itu ada di sampingku seperti Ayah selalu menginginkan sorban impiannya itu. Namun bagiku, keinginan Ayah adalah yang terpenting, dan Ayah tahu itu…
Lebaran itu adalah lebaran paling berkesan dalam hidupku. Sekarang Ayah telah tiada, namun aku bersyukur telah memberinya hadiah lebaran terindah yang pernah diinginkannya.****
Cerita ini  merupakan salah satu dari kumpulan kisah inspiratif ramadhan “Ramadhan di Musim Gugur” karya Elie Mulyadi, diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, 2009. 


 sumber : edukasikompas




semoga bermanfaat..
Baca Selengkapnya Yuk - Kisah Inspiratif Ramadhan: Sorban Buat Ayah .

Download Hasil SMPTN Sekarang



Peserta mengerjakan soal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bidang Ilmu Pengetahuan Sosial di Auditorium Gedung Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia di Depok, Selasa (12/6/2012).









Pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 maju sehari dari jadwal semua tanggal 7 Juli 2012. Mulai Jumat (6/7/2012) malam ini, hasil SNMPTN 2012 sudah dapat diketahui.


Secara resmi, panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 mengumumkan hasil seleksi puluhan ribu calon mahasiswa yang berburu masuk PTN di website SNMPTN mulai pukul 19.00 WIB.


Selain itu, hasil SNMPTN 2012 juga bisa disimak di Kompas.com. Pembaca dapat mengunduh file pengumuman SNMPTN 2012. Caranya dengan klik link berikut ini.






Selamat kepada calon mahasiswa yang lulus seleksi ini titik masa depan anda selamat untuk menempuhnya !






sumber : kompas.com




Dukung situs ini dengan donasi anda. Jika anda merasa blog ini bermanfaat, anda bisa memberikan kontribusi ke  it-atzfc™ melalui Rekening Bank Lokal . Click Here
Kunjungi terus untuk dapatkan sofware,game,film,update I.T
it-atzfc.blogspot.com™




facebook  : https://www.facebook.com/alam.tanzillah)
Baca Selengkapnya Yuk - Download Hasil SMPTN Sekarang .

Maknai Film Surat Kecil Untuk Tuhan

Kita maknai film surat kecil untuk tuhan 





























Tahun baru kemarin, gue dapet pinjeman novel dari temen gue, judulnya "Surat Kecil untuk Tuhan". Katanya sih baca buku ini bakalan sedih banget. Jadi, gue coba, apakah buku yang ditulis Agnes Davonar ini dapat maksa gue buat ngeluarin air mata atau enggak?

Well, buku terbitan Inandra Published ini mengisahkan perjuangan dasyat Gita Sesa Wanda Cantika (Keke) melawan kanker ganas. Diceritakan bahwa Keke itu adalah gadis usia 15 tahunan yang sangat enerjik dan ceria. Ia tinggal bersama kedua kakak lelakinya (Chika dan Kiki) serta ayahnya (Joddy) yang baru saja cerai dengan ibunya. Suatu hari, Keke tertular penyakit mata kakaknya, Kiki. Awalnya ia santai-santai saja. Namun telah beberapa hari matanya tidak sembuh juga. Dan parahnya, ketika ia bermain voli dengan temannya, tiba-tiba Keke pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh ayahnya. Disitulah ayahnya tahu bahwa Keke telah terinfeksi penyakit rabdomiosarkoma atau
kenker jaringan lunak, kanker paling ganas yang pernah ada.

Penyebab kanker ini masih belum diketahui. Dokter menyarankan untuk melakukan operasi sesegera mungkin, atau nyawa Keke tidak dapat diselamatkan. Namun, setelah mengetahui resiko dari operasi ini ~ yaitu kehilangan sebagian wajah dan sebelah mata ~ maka Joddy memutuskan untuk mencari jalan lain, jalan alternatif.

Berkali-kali Joddy mencari pengobatan alternatif, namun tak satu pun yang dapat menolong Keke. Keadaannya justru semakin memburuk. Keke ~ yang belum tahu bahwa dirinya mengidap kanker ~ mulai curiga tentang penyakit yang dideritanya. Hingga saat percobaan pengobatan terakhir di Banten, Keke akhirnya mengetahui semuanya karena si pemilik pengobatan itu membicarakan kanker tersebut tanpa sengaja di depan Keke. Disitu hatinya benar-benar sakit, tapi ia tak mau menunjukkan rasa sakitnya ke semua orang yang mengantarnya (Joddy, pak Iyus ~ karyawan Joddy ~ , dan sahabat-sahabatnya).

Joddy bukan tipikal ayah yang mudah menyerah. Akhirnya ia menemukan dokter spesialis kanker no.1 di Indonesia. Awalnya, dokter ini menyarankan hal yang sama, operasi. Namun Joddy bersekukuh agar dapat mencari cara yang lain. Kemudian dokter itu menyarankan untuk di-kemoterapi saja ~ walaupun belum tentu sembuh 100% ~. Joddy dengan segera menyetujuinya. Berbagai tahap kemoterapi dan radiologi harus dijalani oleh Keke. Ia selau menahan rasa sakitnya yang sangat itu. Sebagai anak usia 15 tahun, Keke termasuk anak yang kuat. Hingga kesembuhan pun ia dapatkan.

Namun itu hanya sesaat..

Beberapa bulan
kemudian, Keke dikatakan terinfeksi, masih kanker yang sama. Saat mendengar ini, ia hanya bisa pasrah dan berkata pada ayahnya, "Ayah.. tidak apa-apa, kalau Tuhan maunya Keke menjalanin cobaan ini.. Keke siap!" (halaman 122 dari 232). Jelas ini adalah kebohongan besar Keke, bahwa ia sesungguhnya sangat tidak siap. Ia hanya ingin membuat ayahnya sedikit gembira. Tapi justru, tekad inilah yang nantinya menemani Keke samapai penghujung umurnya.

Semua dokter tidak sanggup menangani Keke lagi, bahkan dokter Singapura pun, begitu juga Amerika Serikat. Tidak ada yang mampu menolong Keke. Namun gadis itu tetap semangat menjalani hidup. Hingga sebelum akhir khayatnya, bahkan ia masih sempat mengikuti ujian akhir sekolah dan mendapatkan peringkat ketiga di kelasnya!. Sungguh luar biasa, padahal ketika ujian, ia lumpuh!. Hari terakhir ujian pun ia lewati dengan bantuan tangan Pak Iyus, karena Keke tak bisa menggunakan tangannya lagi.

Dan akhirnya, Ia meninggal tepat tanggal 25 Desember, pukul 11 malam. Sebuah wangi melati muncul misterius selama 5 menit, disaksikan beberapa orang yang menemani di detik-detik terakhir nafas Keke. Wangi itu mengakhiri ketegaran perjuangan seorang Keke di dunia ini. Mengingatkan kita, bahwa tak ada yang abadi, semua hanya sementara.

sedih.. novel ini bikin gue abis-abisan naha air mata. Meski emang nggak ada air mata yang keluar, tapi novel ini bener-bener ngingetin kita, untuk bisa menghadapi dunia ini JAUH LEBIH KUAT daripada Keke. Seorang Keke saja bisa menunjukkan usaha terbaiknya. Jangan sampai, kita yang masih diberikan kesempatan Tuhan, justru menyia-nyiakan anugerah-Nya.

Pesan-pesan tulisan (gitta sessa wanda cantika) keke disaat berjuang dalam menghadapi penyakit kanker tetapi ia begitu tegar :

Tuhan andai aku bisa kembali
aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini

tuhan anda aku bisa kembali
aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku
terjadi pada orang lain

tuhan bolehkah aku menulis surat kecil untuk mu..

tuhan bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk mu..

tuhan biarkanlah aku bisa dapat melihat dengan mataku
memandang langit dan bulan setiap harinya

tuhan izinkanlah rambutku kembali tumbuh agar menjadi 
wanita seutuhnya

tuhan berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
agar aku bisa memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku

tuhan berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa agar aku bisa memberikan
arti hidupku kepada siapapun yang mengenalku

tuhan surat kecilku ini adalah surat terakhir dalam hidupku andai aku
bisa kembali kedunia yang kau berikan padaku

oleh (gitta sessa wanda cantika)


Dukung situs ini dengan donasi anda. Jika anda merasa blog ini bermanfaat, anda bisa memberikan kontribusi ke  it-atzfc™ melalui Rekening Bank Lokal . Click Here


Kunjungi terus untuk dapatkan sofware,game,film,update I.T

it-atzfc.blogspot.com™


Free download education,sofware,film,games,update t.i,etc

visit now & Folow my Blog Update I.T

it-atzfc.blogspot.com™
facebook  : https://www.facebook.com/alam.tanzillah)

==========================================
download film  now
 =================

CD 1 : Part 1 Part 2
CD 2 : Part 1 Part 2
===================
Baca Selengkapnya Yuk - Maknai Film Surat Kecil Untuk Tuhan .

Smadav 9.0 + Key

Di pagi hari ini yang cerah saya sudah lama vakum dengan kesibukan kuliah saya kawan..dengan pembuka postingan di pagi hari ini saya akan share kembali smadav merilis versi update terbarunya antivirus yang saya kira sangat tangguh untuk melawan virus dan memberantasnya hingga benar-benar tuntas kawan unutk it-atzfc lovers.


Info Dunia I.T

Smadav menambahkan beberapa database baru yaitu 890 virus baru dengan penyempurnaan auto-scan flashdisk lebih akurat dan interaktif, penyempurnaan fitur-fitur sebelumnya yang sudah ada scanning registry, 2 setting baru, 1-Virus-By-User, dll. Tetapi hal tersebut hanya bisa digunakan secara normal saja, untuk yang lebih mantap anda harus memiliki smadav pro.
































Smadav 9.0 pro ini hanya bisa di dapat dengan memberikan donasi kepada team smadav, dan nanti anda akan diberikan semua username dan password. Tapi, buat para pengunjung setia blog it-atzfc. jangan kawatir saya akan memberikannya secara gratis. Tinggal anda download saya username serta password Smadav pro nya.

Semoga dengan adanya update smadav 9.0 ini bisa memberikan solusi buat anda yang komputernya bermasalah dengan virus.  Semoga bermanfaat dan memberikan yang solusi terbaik buat pc/laptop anda.

^Link Download^
(Saya sudah mencoba gan tested 100% bisa digunakan disini sekaligus dengan key smadav pro nya)


 










Password Mediafire ( it-atzfc.blogspot.com )



Dukung situs ini dengan donasi anda. Jika anda merasa blog ini bermanfaat, anda bisa memberikan kontribusi ke  it-atzfc™ melalui Rekening Bank Lokal . Click Here

Free download education,sofware,film,games,update t.i,etc
visit now & Folow my Blog Update I.T
it-atzfc.blogspot.com™






Baca Selengkapnya Yuk - Smadav 9.0 + Key .

Kata Motivator Untuk Lebih Semangat .


Kumpulan Kata Bijak, Kata Mutiara Mario Teguh




























Anda sedang berdiri
di depan gudang penuh kebahagiaan
yang sedang menilai kepantasan Anda,
sebelum ia membuka pintunya.

...Kira-kira,
apakah yang sudah Anda lakukan
dengan pikiran, hati, dan tubuh Anda,
yang dapat menyemangati
gudang itu untuk membuka pintunya?

Hmm …

Tanpa kita sadari,
kita sering berpikir, merasa, dan
bertindak yang justru menutup rapat
pintu kebahagiaan kita sendiri.

Tuhan, ampunilah kami.

Aamiin (Mario Teguh).




Jangan sia-siakan kesulitan Anda.

Masa sulit adalah masa
yang paling menuntut pembuktian
dari kemampuan kita untuk memperbaiki diri.
...
Syukurilah kesulitan,
karena ia merampas semua hal
yang tidak berguna dari perhatian Anda,
agar Anda menggunakan waktu dan tenaga
hanya untuk membaikkan diri,
untuk menjadi jiwa yang lebih bernilai
bagi sesama.

Kesulitan adalah kesempatan emas
untuk memperbaiki diri(Mario Teguh).



Engkau yang tersiksa di tempat kerjamu,

kesinilah …

Engkau yang memilih bekerja
...di tempat yang gajinya kecil.

Engkau yang memilih tetap bekerja
untuk atasan yang tidak adil.

Engkau yang berperilaku seperti
meragukan rezeki Tuhan di luar sana.

Engkau yang meyakini tidak ada
tempat kerja lain akan menerimamu.

Engkau yang memutuskan untuk berlama-lama di situ.

Sesungguhnya, apakah yang kau tunggu?(Mario Teguh).




Pekerjaan yang
sangat sedikit saingannya
adalah pekerjaan yang dikerjakan
dengan sungguh-sungguh.

...Seburuk-buruknya tempat kerja,
akan menjadi baik
jika kita mengerjakannya
dengan sungguh-sungguh.

Tapi, sebaik-baiknya tempat kerja,
akan menggoreng hati seorang pengeluh.

Maka,

Jangan syaratkan bayaran yang baik,
sebelum Anda bekerja dengan baik.

Bersungguh-sungguhlah,
lalu perhatikan apa yang terjadi(Mario Teguh).




Janganlah meminta
kepada Tuhan untuk dilebihkan
pada sesuatu yang memang
sudah kurang;

...seperti kurang tinggi,
kurang cantik atau tampan,
kurang putih kulitnya,
atau kurang lebat rambutnya.

Bukankah sudah banyak orang
yang lebih dalam hal itu semua,
dan tidak ada gunanya bagi mereka?

Maka mintalah untuk dilebihkan
dalam hal-hal yang penting,
sehingga apa pun kekurangan Anda
tidak akan menjadi masalah(Mario Teguh).




Yang tidak banyak diketahui orang
adalah kesibukan Ibu Linna untuk
menjaga penampilan saya di publik.

Dia memperhatikan sikap,
...kata-kata, dan cara saya berinteraksi
dengan orang lain;
lalu dia memberitahu saya apa saja
yang sudah baik dan yang akan lebih baik lagi.

Awalnya saya tidak begitu suka
tapi saya sangat percaya bahwa
niatnya adalah untuk kebaikan saya
dan keluarga

My wife is my secret weapon!(Mario Teguh).





Di rumah,
saya adalah suami yang
tidak banyak bicara,
mendengarkan Ibu Linna
yang sibuk bercerita ini dan itu,
...dan ikut di ajak ke sini dan ke situ.

Dengan anak-anak,
saya menjadi ramai,
banyak bercerita yang lucu
dan inspirasional,
dan membiarkan mereka liar
dengan impian-impian besar mereka.

Selebihnya, saya disayang-sayang,
diberi makan, dipijeti, disuruh cari uang,
dan setor ...

Life is good ...(Mario Teguh).

Free download education,sofware,film,games,update t.i,etc
visit now & Folow my Blog Update I.T
it-atzfc.blogspot.com™

dukung saya
http://www.penasaran.net/?ref=bcygca
Baca Selengkapnya Yuk - Kata Motivator Untuk Lebih Semangat . .

Membersihkan Virus Shortcut (ramnit) dengan tuntas!


Belakangan ini sering terlihat ada 4 shortcut pada setiap flashdisk milik kita, milik teman kita, punya si Bos atau bahkan sering terdapat pada Memori Card handphone yang sering digunakan sebagai usb untuk mentransfer musik atau gambar. 

Mungkin semua pemilik media removable itu tahu kalau 4 shortcut tersebut adalah virus, namun saya yakin tidak semua orang tahu efek dari adanya virus tersebut. Beberapa teman sering bertanya “Kok Mozilla Firefox saya ga bisa dibuka ya?” atau “kok Winamp saya ga bisa digunakan?”

Virus Shortcut ini merupakan penggerak dari penyebaran virus Ramnit yang akan menginfeksi  seluruh file berektensi EXE, HTM dan DLL. Virus ini juga yang membuat watermark.exe di C:\program files\microsoft\watermark.exe.

Penyebaran Virus Ramnit sangat cepat, dan jika file EXE sudah terinfeksi maka namanya akan berubah, (Contoh : winamp.exe menjadi winampmgr.exe)



Contoh gambar komputer yang terserang virus rumnit :





Cara Penanganan :

Banyak kawan blogger yang merilis cara menghapus Virus Ramnit ini dengan berbagai cara, teknik dan software yang digunakan, namun jika kita termasuk orang-orang yang tidak memiliki waktu banyak untuk memperbaiki / menghilangkan virus tersebut, atau terkendala masalah knowledge tentang IT kita bisa menggunakan RAMNIT KILLER dari PCMAV.
Prosesnya sangat mudah yaitu dengan menjalannkannya langsung saja dibuka untuk versi 32bit tolong sebelum aplikasi ini dibuka tidak ada satu pun sofware yang masih running dan juga jika memang flasdisk/hardisk external kita kena virus harap dicolok juga untuk dibersihkan oleh rumnit killer pcmedia.
Untuk versi 64 bit gunakan cd hirens karna pcmav killer ini belum support 64bit jadi untuk jalan alternatifnya kita gunakan cd hirens versi berapa pun masukan flasdisk kita yang sudah kita masukan sebelumnya aplikasi rumnit killer terus tinggal di scan kita habisin tuntas agan-agan virus rumnit jujur saya pusing 7keliling tetapi sayabaru dapat cara yang mudah,praktis,mutakhir ini..hehe
silahkan dicoba jangan lupa restart komputer anda ... cekidot

Nah… silahkan Download Ramnit Removal tool nya, kemudian ikuti petunjuk tutorialnya.

 keterangan : pasword mediafire ("it-atzfc.blogspot.com") tanpa tanda petik dan kurung .

 Free download education,sofware,film,games,update t.i,etc
visit now & Folow my Blog Update I.T
it-atzfc.blogspot.com™

dukung saya
http://www.penasaran.net/?ref=bcygca

Dukung situs ini dengan donasi anda. Jika anda merasa blog ini bermanfaat, anda bisa memberikan kontribusi ke  it-atzfc™ melalui Rekening Bank Lokal . Click Here
Baca Selengkapnya Yuk - Membersihkan Virus Shortcut (ramnit) dengan tuntas! .

Materi Kuliah Jurusan Sistem Informasi Jakstik







Jakstik Education






Dengan berjalannya waktu saya baru sempet nulis kembali bloging u/ para i.t sekalian.
kali ini saya akan share materi perkuliahan untuk semester 1-3 jurusan sistem informasi secara umum u/ berbagai mata kuliah yang kita pelajari file ini terdiri dari pdf,powerpoint dan word dari dosen-dosen pebimbing kami di stmik jakarta.

cekidot harap di download dan anda pelajari u/materinya kawan..jadilah it muda yang bermanfaat u/ semua orang berkualitas u/ diri anda sendiri.


Mata Kuliah Semester 1 & 2 Jakstik Jurusan Sistem Informasi
  1. Mata kuliah akutansi pertemuan 1 sampai per tanggal 23/03/2012
  • pertemuan 1
          download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya)
  • pertemuan 2
          download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya)
  • pertemuan 3
         download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya) 

  • pertemuan 4
         download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya) 
  • pertemuan 5 (pertemuan ini setelah uts berlangsung) per tanggal  10 mei 2012
         download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya) 
  • pertemuan untuk uas besok tanggal 29 juni 2012
         download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya) 

      2 .   Mata kuliah komputer dan  masyarakat pertemuan 1 sampai per tanggal 05/04/2012    
  • pertemuan 1
          download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya)
  • pertemuan 2
          download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya) 

  • pertemuan 3
         download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya) 

  • pertemuan 4
        download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya) 


  • pertemuan 5
        download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya) 


  • materi pertemuan UAS tgl 02 juli 2012
        download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya)

     3 .   Mata kuliah konsep sistem informasi a dan b pertemuan 1 sampai per tanggal 21/03/2012
  • pertemuan 1
          download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya)
  • pertemuan 2
          download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya) 

  • Ini materi mata kuliah konsep sistem informasi a (ms.word dan excel) praktikum lab per tanggal 29/03/12
  • pertemuan 1 lab ms.word 
           download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya) 


  • pertemuan 2 lab ms.excel
          download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya) 

  • Ini materi mata kuliah konsep sistem informasi b (ms.acces data base) praktikum lab 29/03/12

  • pertemuan 1 lab ms.acces data base
           download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya) 
  • pertemuan untuk ujian utama besok rabu ini file terdiri dari latihan di lab dari pertemuan lab word,excel,acces harap dipelajarin kawan semagat menempuh impian kita maju bersama allah..cekidot
           download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya)





    4. Mata kuliah statistika pertemuan 1 sampai per tanggal 21/03/2012   
  • pertemuan 1
          download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya)
  • pertemuan 2
          download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya)

  • Ini link download materi uts dari pertemuan 1 sampai dengan 5 per tanggal 11/04/12
          keterangan ini file dalam bentuk rar harap di extrack terlebih dahulu (link download)
  • Ini link download materi statistika pertemuan per tanggal 16 Mei 2012 
         keterangan ini file dalam bentuk rar harap di extrack terlebih dahulu harap dipelajari !
         (link download)
  • Ini link download materi statistika pertemuan uas hari ini tgl 05 juli 2012
         keterangan ini file dalam bentuk rar harap di extrack terlebih dahulu harap dipelajari !
         (link download)
    

    5.  Mata kuliah Pemograman 1 form tugas
  • Tugas visual basic pak don membuat bilangan script pemogramnnya bisa dilihat disini cekidot
          download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya) 
  • Tugas visual basic membuat konversi suhu pemogramnnya bisa dilihat disini cekidot
         download pelajari yuk (klik link ini u/ download materinya)

    6. Tugas Laboratorium STI&K  
          -Pertemuan Untuk Tanggal 09 Mei 2012
         -Laporan akhir pertemuan tanggal 09 mei 2012
        -Laporan awal tugas lab visual basic nilai asli,ganjil,genap dan jumlah untuk pertemuan    
          tanggal   25 mei 2012 (program dalam combo box)
        -Laporan akhir tugas lab visual basic ini 4 tugas lab yang sudah tersedia dalam 1file di 
          extrack terlebih dahulu aja  untuk pertemuan tanggal   25 mei 2012   .
        -Ini laporan awal database harap dikerjakan dan dipahamin
        -Pertemuan Untuk Tanggal 01 Juni 2012 (databse visdata laporan awal) 
        -Pertemuan Untuk Tanggal 07 Juli 2012 (sql dasar) ujian lab

Mata Kuliah Semester 3 Jakstik Sistem Informasi
     1. Pemograman Web   
~Pertemuan 1 Sampai 11 (ini saya dapatkan dari staffsite jakstik)  




~Tugas Html hari ini tgl 22/10/12 (3 Tugas)


  2.  Sistem Informasi Manajemen
~Pertemuan 1 Sampai 2 (materi yang baru dikasih per tgl 10/10/12) 



 3.  Pemograman 3 (Delphi 7)
~Belum ada modul yang di dapat dari dosen saya kasih link download sofware delphi 7



4.  Pendidikan Kewarganegaraan
~Pertemuan 1 



5.  Pemograman Terstruktur
~Pertemuan 1





Password Need Download : (www.it-atzfc.blogspot.com)


6.  Materi ini untuk UTS semester 3 Stmik Jakarta yang terdiri 
   dari :


  • Pkn (pertemuan 1-4)
  • SIM (pertemuan 1-7)
  • Ilmu budaya dasar(tidak ada materi dari dosen terdapat dibuku tapi ane dapet materi aslinya gan pdf dari temen anak gundar gan (bab 1-3)
  • Pemograman Web (pertemuan 1-11 lengkap dari dosen)  
  • Pemograman Terstruktur (pertemuan 1-2) 
  • Pemograman 2 (materi dari pak don langsung)  

        

Untuk Kumpulan Materi ini harap di laptop/pc agan-agan sekalian sudah terdapat program winrar karna kumpulan materi ini admin kumpulkan dengan program tersebut jangan lupa di ekstract dulu yaa gan.
Man Jadda Wa Jadda Gan UTS nya.. 







7.  Materi ini untuk UAS semester 3 Stmik Jakarta yang terdiri 
   dari :
 
  • Soal ujian utama sistem informasi manajemen 20 soal
  • Soal ujian utama pengantar manajemen umum 32 soal
  • Modul Pemograman Terstruktur
  • Modul Pemograman Sistem Informasi Manajemen

        
  • Ini soal untuk uas matkul organisasi & arsitektur komputer(pa rere)  

        

       
Untuk Kumpulan Materi dan soal ini harap di laptop/pc agan-agan sekalian sudah terdapat program winrar karna kumpulan materi ini admin kumpulkan dengan program winrar jangan lupa di ekstract dulu yaa gan.
Man Jadda Wa Jadda Gan UAS nya.. 

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita..
























Jika sahabat mempunyai pertanyaan ,, silahkan bertanya pada kotak komentar dibawah ini / mansion ke twitter saya, semua pertanyaan anda akan saya jawab .

Contact Us Admin Blog :
facebook : https://www.facebook.com/alam.tanzillah
twitter : @alam_tanzillah


Dukung situs ini dengan donasi anda. Jika anda merasa blog ini bermanfaat, anda bisa memberikan kontribusi ke  it-atzfc™ melalui Rekening Bank Lokal. Click Here 
Baca Selengkapnya Yuk - Materi Kuliah Jurusan Sistem Informasi Jakstik .